Sinopsis While You Were Sleeping Indosiar Episode 2

0
80

Sinopsis While You Were Sleeping Indosiar Episode 2 Ia mendesak Jae Chan mengatakan alasannya. Apa karena Jae Chan butuh uang. Apa ini penipuan asuransi atau semacamnya? Errr….itu mobil baru lho…masa Jae Chan mengorbankan mobil baru demi uang, kan tinggal dijual lebih gampang dan tidak beresiko terluka.

“Jika aku tidak melakukan apa yang kulakukan, kau sudah membunuh seseorang,” akhirnya Jae Chan berkata.

Yoo Bum berkata Jae Chan sudah gila. Apa Jae Chan melakukan ini karena peristiwa motor bertahun-tahun lalu?

snap-00314snap-00315

Kilas balik 13 tahun lalu… motor Jae Chan menabrak sebuah toko. Motor itu adalah motor Jae Chan yang dibeli dari uang hasil memalsukan nilai rapornya. Yoo Bum panik saat mendengar sirine mobil polisi. Ia berkata Jae Chan harus memohon pada polisi saat mereka datang.

“Katakan pada mereka kau menyesal dan akan membayar ganti ruginya.”

“Apa yang kakak katakan? Kakak yang mengendarainya. Kenapa aku harus membayar ganti ruginya?”

Sinopsis While You Were Sleeping Indosiar Episode 2 Yoo Bum berkeras Jae Chan harus mengaku kalau ia yang mengendarainya karena akan terlihat lebih meyakinkan.

“Apa Kakak akan membohongi mereka?”

“Bukan, Jae Chan. Aku hanya mengatakan hal yang lebih masuk akal. Jujur saja. Akan lebih masuk akal jika kau yang melakukannya.”

Jae Chan menolak. Ia marah dan berkata kecelakaan ini salah Yoo Bum. Ia akan mengatakan itu pada polisi saat mereka tiba.

“Benarkah? Aku akan mengatakan pada mereka kalau kau yang melakukannya. Tidak ada saksi. Hanya kau dan aku yang ada di sini. Aku penasaran siapa yang akan lebih dipercayai oleh polisi,” kata Yoo Bum tenang. Saat itu ia masih mahasiswa hukum.

snap-00323snap-00324

Dan sekarang Yoo Bum marah-marah berkata Jae Chan hanya omong kosong. Ia terus mendorong Jae Chan. Jae Chan menangkap tangan Yoo Bum.

“Tidak, aku sepenuhnya waras. Jika aku tidak menghentikan mobil, kakak mungkin sudah menabrak orang itu,” Jae Chan menunjuk Han Woo Tak. “Kakak juga akan memalsukan bukti untuk memfitnahnya (Hong Joo) sebagai pengemudi. Dia akan memiliki catatan kriminal karena membunuh orang, dan karena shock ibunya juga akan meninggal. Lalu ia akan membunuh dirinya sendiri seperti orang bodoh karena merasa jadi korban. Kakak sangat mampu melakukan itu!”

Hong Joo terkejut mendengar penuturan Jae Chan karena ia memahami betul bahwa itu memang akan terjadi.

“Kau belum berubah sedikitpun. Masih menyalahkan orang lain dan memberikan alasan lemah. Faktanya adalah kau hampir membunuh kami,” kata Yoo Bum.

“Tidak, aku melakukannya untuk menyelamatkan hidup orang lain.”

snap-00331snap-00339

Hong Joo melihat Jae Chan dengan mata berkaca-kaca. Yoo Bum berkata siapa yang akan percaya hal itu. Ia bertanya apakah Hong Joo percaya pada Jae Chan yang gila.

“Benar, siapa yang akan percaya padaku jika aku berkata aku melihatmu dalam mimpiku. Dan aku datang untuk mengubah mimpi itu karena kau terlihat sedih di dalamnya,” kata Jae Chan dalam hatinya. “Tidak ada yang akan percaya kalau aku mengubah masa depanmu.”

Tapi Hong Joo seakan tak mendengar perkataan Yoo Bum. Seluruh perhatiannya hanya tertuju pada Jae Chan. Dan seperti mimpinya beberapa hari lalu, ia berjalan menghampiri Jae Chan lalu memeluknya.

“Aku percaya padamu. Karena aku adalah aku, aku bisa percaya padamu,” katanya pelan.

Jae Chan bingung Hong Joo memeluknya dan hendak menarik diri. Tapi Hong Joo makin erat memeluknya dan berterima kasih, lalu menangis. Jae Chan akhirnya mengangkat tangannya dan balas memeluk Hong Joo.