Sinopsis While You Were Sleeping Indosiar Episode 1

0
94

Sinopsis While You Were Sleeping Indosiar Episode 1 Hong Joo berkata sebaliknya pria itu yang tergila-gila padanya. Ia berkata untuk apa Jae Chan duduk di sebelahnya seperti tadi.

“Bukannya tadi kau bilang ia melakukannya agar para pelajar itu bisa duduk?”

“Dia benar-benar ahli,” kata Hong Joo.

Ibunya berkata Hong Joo benar-benar tidak tahu apa-apa mengenai pria.

Percakapan mereka terhenti untuk melayani seorang pelanggan membayar makanannya. Hong Joo mengamati pelanggan itu. Pemantik bergambar api, jari terbalut perban, jaket kulit bergambar harimau…..

snap-00051snap-00055

Sinopsis While You Were Sleeping Indosiar Episode 1 Setelah pria itu pergi, Hong Joo memberitahu ibunya bahwa dalam mimpinya 3 bulan lalu ia melihat pelanggan itu persis dengan tampilan barusan. Jari terbalut perban, pemantik bergambar api di hari yang bersalju. Dan dalam mimpinya, pria itu menyalakan pemantiknya untuk merokok lalu terjadi kebakaran.

Ibunya bertanya kapan itu akan terjadi dan di mana. Hong Joo tidak tahu. Ia hanya melihat pria itu menyalakan pemantiknya dengan jari terbalut perban. Artinya akan terjadi dalam waktu dekat, ujar ibunya.

Ia langsung lari keluar diikuti Hong Joo. Pelanggan itu belum pergi. Ibu berusaha meminta pemantik dan rokok pria itu dengan alasan merokok tidak baik bagi kesehatan. Tapi pria itu malah marah dan berkata itu bukan urusan ibu. Hong Joo berusaha memperingatkan kalau pelanggan itu akan mati jika merokok.

Tapi tentu saja pelanggan itu tidak memahami kalau mati yang dimaksud Hong Joo adalah mati terbakar. Saat ibu dan Hong Joo terus mendesak, ia malah mendorong mereka hingga mereka terjatuh. Meski begitu Hong Joo terus berusaha mengingatkan pelanggan itu.

Pelanggan itu tidak peduli dan menjalankan mobilnya meninggalkan mereka. Tapi rupanya ibu berhasil mengambil pemantik si pelanggan.

“Lupakan, tidak ada gunanya,” kata Hong Joo. “Ini adalah pilihannya dan hidupnya.”

“Kau ini bilang apa? Kita harus mengubahnya jika kita tahu.”

Lalu salju pun turun.

snap-00058snap-00059

“Kita tidak bisa. Siapa yang akan percaya omong kosong ini?” kata Hong Joo. Jika ia mengatakan pada orang-orang kalau ia melihat mereka dalam mimpinya dan mimpinya selalu menjadi kenyataan, apa orang-orang itu akan mendengar kata-katanya dan menurut padanya? Mereka akan menganggapnya gila. Bahkan ayahnya meninggal karena tidak percaya padanya.