Sinopsis Nakusha ANTV Episode 71 Hari Ini Senin 18 September 2017: Aai Diusir dari Rumah, Dokter Mengusir Aai dari rumah sakit karena tidak bisa membayar

Sinopsis Nakusha ANTV Episode 71 Hari Ini Senin 18 September 2017: Aai Diusir dari Rumah, Dokter Mengusir Aai dari rumah sakit karena tidak bisa membayar

1
117
Sinopsis Nakusha ANTV Episode 71 Hari Ini Senin 18 September 2017
Images Copyright dailymotion ©ColorTV

Sinopsis Nakusha ANTV Episode 71 Hari Ini Senin 18 September 2017: Aai Diusir dari Rumah, Dokter Mengusir Aai dari rumah sakit karena tidak bisa membayar

Indostarmedia.comSinopsis Nakusha ANTV Episode 71 Hari Ini Senin 18 September 2017 Episode dimulai dari Baaji menelpon rumah lagi tapi tidak ada yang mengangkatnya. Dia kemudian menelpon Kale dan dia mengangkatnya.

Kale mengatakan padanya bahwa Aai dan yang lainnya diusir dari rumah san Nana mengambil alih kekuasaan. Kale Mengatakan tuan Baaji, tolong jangan meneleponku lagi karena anak buah Nana akan membunuhku jika mereka tahu. Kale kemudian menutup telepon saat mendengar langkah kaki mendekat.

Baaji sedang dilema untuk menemukan Aai atau mengurus Nakusha.
Dia kemudian memutuskan dia akan melihat apakah Diggu dapat dipercaya maka dia akan mencari Aai.

Di basti.
Mai dan Nakusha sedang berjalan di jalanan.
Nakusha kembali bertanya tentang pernikahannya.

Mayi Mengatakan kau akan mengingat semuanya.

Sinopsis Nakusha ANTV Episode 71 Hari Ini Senin 18 September 2017 Beberapa orang membicarakan kondisi Nakusha yang membaik.
Nakusha mendengar mereka berkomentar bahwa dia ditemukan di pantai dan bertanya kepada Mai tentang hal itu.

Sinopsis Nakusha ANTV Episode 71 Hari Ini Senin 18 September 2017
Images Copyright dailymotion ©ColorTV

Mayi Mengatakan jangan mendengarkan orang-orang itu karena mereka hanya bergosip.

Nakusha merasa dia menyembunyikan sesuatu darinya.

Digu mengingat saat bersama Nakusha dan dia tersenyum.
Diggu pergi dan melihat dirinya di cermin.
Diggu sedang mempraktikkan cara melamar Nakusha.

Diggu Mengatakan bagaimana meniru seseorang, ini sangat sulit.

Anak-anak menatapnya dan tertawa.
Diggu pun menjadi malu.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here