Sinopsis Cheese In The Trap Transtv Episode 10 Rabu 26 Juni 2019

oleh -104 views
Sinopsis Cheese In The Trap Transtv Episode 10 Rabu 26 Juni 2019
Sinopsis Cheese In The Trap Transtv Episode 10 Rabu 26 Juni 2019

Sinopsis Cheese In The Trap Transtv Episode 10 Rabu 26 Juni 2019 In Ho kembali berlati musik baru yang diberikan oleh Prof Shim, kali ini Prof Shim duduk disampingnya untuk mendengarkanya. Setela selesai dengan waja datar Prof Shim menyuruh In Ho mengulang lagi, In Ho terlihat kesal tapi menurut untuk mengulangi permainanya lagi. Di tengah permainan, Prof Shim mengelengkan kepalanya. In Ho berhenti mengeluh tak ada permainan musik lain yang bisa dimainkanya.
“Apa gunanya jari-jari mahirmu itu? Tak ada ketulusan yang kurasakan. Bukan jarimu yang terluka akibat kecelakaan itu Tapi, yang ada didalam dadamu itu yang hilang. Permainan dulu begitu memukau, begitu bersinar seperti permata. Tapi, sekarang apa? Permainanmu sangat flat sekali.” Ejek Prof Shim
“Prof. Noh sangat menyukai permata itu. Apa kau tahu seberapa bahagianya, saat mendengarmu kembali?” cerita Prof Shim
“Jadi Kau memberitahu Prof. Noh? Kenapa tak meminta ijinku dulu? Kenapa kau memberitahunya? Kenapa?” tanya In Ho kesal
“Prof. Noh pasti sangat merindukan sikap keras kepalamu ini.” ungkap Prof Shim

Sinopsis Cheese In The Trap Transtv Episode 10 Rabu 26 Juni 2019 In Ho memilih untuk membereskan bukunya lalu akan keluar dari ruangan, Prof Shim sempat memanggilnya dan In Ho juga sempat berhenti, akhirnya memilih untuk keluar dari kelas yang membuatnya kesal. Di lorong ia berusaha menenangkan amarahnya yang memuncak, terdengar pemainan musik di ruangan lain. Ia seperti mendengar pemaian dari pianis mahir seperti dirinya dulu, akhirnya In Ho hanya bisa bersandar di dinding.

Hong Sul menutupi wajahnya dengan jaketnya, In Ho dari belakang berusaha mengenali Hong Sul yang berjalan dibelakangnya dengan memanggilnya. Hong Sul memalingkan wajahnya tak ingin In Ho melihatnya. In Ho mendekat memberitahu tadi sudah memanggilnya dan berpikir ada uang yang jatuh karena Hong Sul terus saja berjalan menunduk. Hong Sul menanyakan apa mau In Ho. In Ho berusaha melihat wajah Hong Sul, lalu membuka penutup kepalanya.
“Kenapa dengan wajahmu? Siapa yang menghajarmu? Kau bertemu dengan pecundang itu lagi, ‘kan?” kata In Ho melihat bekas memar di pipi sebelah kiri
“Tidak, aku tak bertemu dengannya.” Ucap Hong Sul
“Lalu kenapa? Apa kau bertemu dengan Baek In Ha?” tebak In Ho, Hong Sul pun menyangkalnya.
“Lalu, siapa yang memukulmu begini? Kau tak akan pulang dengan wajah memar begini, ‘kan? Ibu mungkin akan “senang” melihat memarmu itu. Ayo Ikut aku.” Kata In Ho langsung menarik Hong Sul

Di kursi taman, Hong Sul duduk sendirian. In Ho datang memberikan salep, Hong Sul menerimanya dan aka memakainya, tapi In Ho melihat itu bukan ditempat memarnya, akhirnya membantu dengan menaruh salep di pipi Hong Sul tanpa menyentuhnya.
“Hei… Bulu Anjing, kau sudah berani sekarang dan pasti merasa puas. Apa kau menang?” tanya In Ho duduk didepan Hong Sul
“Memangnya apa yang harus dimenangkan?” ucap Hong Sul, In Ho menegaskan Dalam pertarungan pasti ada yang menang dan yang kalah.
“Aku tidak tahu kenapa sikapnya jadi seperti ini padaku. Apa mungkin dia hanya iri seperti aku iri pada adikku. Entah karena apa, kau iri pada seseorang Karena itu kau ingin menerima orang itu. Tapi, kita tak akan pernah sama, karena rasa takut muncul.” Cerita Hong Sul dengan tatapan menerawang ke arah depan