Desas-Desus Liga Super China Dan Perekrutan Sejumlah Pemain Kelas Dunia

0
56

Indostarmedia – Gaji besar yang diterima Carlos Tevez dan misteri aneh dari tawaran untuk Cristiano Ronaldo telah mendominasi berita utama saat Liga Super China beberapa pekan terakhir dalam membuat gebrakan pada jendela transfer musim dingin.

Tapi sementara agen seperti Jorge Mendes memiliki mimpi sebesar € 100 juta per tahun dari klub tanpa nama untuk kliennya, Tevez sudah menyelesaikan kepindahan ke Shanghai Shenhua dengan nilai transfer cukup besar dan memiliki gaji yang terbilang ‘wah’.

Sedangkan pengeluaran yang terkait dengan sepakbola China selama 18 bulan terakhir telah mengguncang tatanan sepakbola secara global, suasana di dalam olahraga di China terus mengalami pergeseran.

Politik, sosial dan pada tingkat administrasi dalam sepakbola, serta hiruk-pikuk internasional terkait dengan sepakbola China semakin meningkatkan perhatian.

Sebuah editorial di People Day – salah satu media resmi Partai Komunis yang dalam pemerintahan China – pada pertengahan Desember memperingatkan klub untuk tidak menghamburkan uang kedepannya, sementara Liga Super China ini diusulkan peraturan baru terkait pembatasan jumlah pemain asing di liga tersebut.

“Jumlah sebesar 4,1 miliar yuan telah diinvestasikan oleh 16 klub Liga Super China pada tahun 2016 dan lebih dari 80% telah digunakan untuk membayar pelatih dan pemain asing,” kata editorial People Day tersebut.

“Banyak anggaran klub yang terlalu fokus pada pemain dan pelatih asing. Sementara itu, sistem akademi dan infrastruktur tidak menerima cukup dana yang dibutuhkan.”

Sepotong opini berpengaruh tersebut adalah tanda bahwa iklim politik telah berubah, dengan perjuangan lanjutan dari tim nasional China digarisbawahi sebagai kebutuhan investasi untuk mengembangkan pemain didikan dalam negeri dibandingkan perekrutan pemain dari luar negeri.

Namun laporan terakhir dari media internasional menyatakan Carlos Tevez baru saja menjadi bintang terkaya sepakbola dengan kontrak dua tahun senilai £ 615.000 per minggu, klaim yang telah dibantah oleh media di China.

“Kami tidak tahu berapa banyak yang dikeluarkan Shenhua karena mereka tidak mengumumkan itu, tapi tidak ada yang selalu sesuai dengan apa yang dikatakan di media Barat,” kata wartawan sepakbola asal China, Ma Dexing. “Ini hanya propaganda untuk agen dan media. Atau mungkin keuntungan lain bagi mereka.

“Untuk satu atau dua tahun terakhir, klub China telah menghabiskan banyak uang untuk membeli pemain asing, tapi Asosiasi Sepakbola China (CFA) kini membawa peraturan untuk mengurangi jumlah pemain luar negeri dari musim depan sehingga tidak akan melanjutkan hal serupa. ”

Beberapa media di China menyatakan bahwa angka 40 juta Euro yang dikeluarkan Shenhua untuk Tevez termasuk biaya transfer senilai 11 juta Euro dari Boca Juniors, bukan kontrak tahunan seperti yang diberitakan.

Tapi itu adalah peraturan baru yang mengancam untuk memberi dampak terbesar pada masuknya pesepakbola dari luar negeri.

Sampai saat ini, klub telah diberikan kuota 4 + 1 di mana mereka dapat memiliki lima pemain asing dalam skuad mereka, salah satunya harus dari negara Asia lain. Namun, setiap tim hanya dapat memainkan tiga pesepakbola non-Asia pada satu waktu ditambah pemain Asia non-China, dan jika seorang pemain luar negeri keempat diperkenalkan, ia harus mengganti pemain lain dari tiga non-Asia.

Aturan baru akan melihat jumlah pemain non-Asia di skuad dikurangi menjadi tiga pemain, meskipun seluruh nomor dapat diterjunkan setiap saat sepanjang pertandingan, kuota pemain Asia tetap tidak berubah.

Meskipun ada sedikit keraguan terkait beberapa klub China telah menghabiskan banyak uang, dalam kasus Tevez dan klub barunya, Shenhua cenderung lebih berhati-hati terhadap persaingan dari Shanghai SIPG, Hebei China Fortune atau Guangzhou Evergrande.

Shenhua diambil alih oleh Grup Greentown pada awal tahun 2014, dan itu adalah klub yang sangat berbeda dengan yang mendatangkan Nicolas Anelka dan Didier Drogba pada tahun 2012.

Kemudian, didanai oleh kekayaan perusahaan game online Zhu Juni, Shenhua yang terlibat dalam sengketa dimana para staffnya mogok kerja karena haji yang belum dibayar. Hal itu juga yang membuat Drogba dan Anelka pindah setelah kurang dari satu tahun di klub dan Zhu akhirnya menjual 28,5 sahamnya menjadi Greentown (dengan sisa saham yang tersisa di tangan lima perusahaan milik negara).

Greentown sendiri telah memperhitungkan investasi mereka sampai sekarang. Sementara mereka telah menyerahkan sejumlah uang dalam upaya untuk menutup kesenjangan pada Evergrande dan memenangkan Liga Super China, pengeluaran mereka telah “dikerdilkan” oleh SIPG, yang telah memecahkan rekor transfer Asia dua kali dalam 12 bulan terakhir pada Hulk (46 juta Pounds ) dan Oscar (60 juta Pounds).

Sebaliknya bagi Shenhua, para pemain seperti Demba Ba, Fredy Guarin dan Tim Cahill telah datang dalam waktu dua tahun terakhir, namun nama-nama yang disebutkan tersebut dikabarkan masih kalah nilainya dibandingkan seorang Carlos Tevez.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here