Belum siaran ctpi kembali bermasalah tak bayar sewa gedung

oleh
Belum siaran ctpi kembali bermasalah tak bayar sewa gedung
Belum siaran ctpi kembali bermasalah tak bayar sewa gedung

IndostarmediaBelum siaran ctpi kembali bermasalah tak bayar sewa gedung Ruangan studio yang biasa dipakai buat kegiatan syuting dan juga kantor yang digunakan oleh PT Cipta Televisi Pendidikan Indonesia (CTPI) ( kubu Tutut ) bersama dengan perusahaan yang juga berafiliasi dengannya yakni PT Anugerah Media Internasional (PT AMI), dengan terpaksa harus digugat wanprestasi oleh pihak PT One Asia Event. Hal tersebut dilayangkan lantaran kedua perusahaan itu lantaran diduga sudah ingkar janji untuk membayar uang sewa gedung yang bertempat di Thamrin City.

Gugatan tersebut telah terdaftar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dan sekarang sudah mulai disidangkan, Selasa (22/5) lalu. Bermula Pada tahun 2014 dan juga 2015, Dua perusahaan tersebut sudah menyewa dan juga menandatangani surat perjanjian sewa menyewa properti yang seluas 4.781,14 m2. PT One Asia kemudian menggugat uang sewa yang hingga kini belum dibayar oleh kedua perusaan tersebut yakni PT AMI sebesar Rp 41.128.691.466 dan juga PT CTPI sebesar Rp.6.403.170.294.”Gugatan itu sudah termasuk uang sewa dan juga service charge yang selama menyewa belum dibayar oleh tergugat.PT AMI cuma membayar uang sewa Rp7.533.600.600,00 pada tahun 2015 dan seterusnya ingkar janji buat membayar sisa uang pembayaran sewa dan juga service charge,” kata Bayu Prasetio, Selaku kuasa hukum dari PT One Asia Event pada keterangannya kepada pers.

Belum siaran ctpi kembali bermasalah tak bayar sewa gedung Perkara ini Sudah memasuki proses persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. PT One Asia yang sebelumnya sudah menyampaikan teguran atau somasi kepada pihak PT CTPI dan juga PT AMI dengan harapan bahwa kedua pihak ada itikad baik bisa memenuhi kewajibannya pada PT One Asia.

“tapi teguran ataupun somasi tersebut tidak dihiraukan oleh mereka itu yang membuat PT One Asia melalui kami yang ditunjuk selaku kuasa hukumnya kemudian menempuh upaya jalur hukum dan mengajukan gugatan wanprestasi (ingkar janji) kepada PT AMI dan PT CTPI ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat untuk terpenuhinya hak-hak dariPT One Asia,” ujarnya.

Kuasa hukum dari pihak PT CTPI dan PT AMI, Danur Dara mengakui kalau pimpinan dari kedua perusahaan kliennya tersebut telah bertemu dan telah melakukan mediasi langsung dengan para pimpinan PT One Asia. Tapi belum ada titik temu dan medapat kesepakatan. “Kami yang menjadi pihak kuasa hukum juga belum mengetahui isi dari pertemuannya. Tapi intinya tidak memperoleh titik ketemu dan pada akhirnya dilanjut sampai ke persidangan. Terkait ada kegiatan syuting maupun tidak di lokasi gedung Thamrin city yang disewa, kami tidak mengetahuinya. Pernyataan dari 2 orang saksi yang telah dihadirkan saya menilai sangat kontrakdiksi, lantaran pihak vendor sebagai pelaksana (kontraktor) mengatakan tempatnya belum selesai direnovasi, sementara itu saksi yang satunya menyatakan ada kegiatan syuting. Kalau tempatnya saja belum jadi, lalu bagaimana bisa ada kegiatan syuting,” jelasnya.